BEDAH
NOVEL DI ACARA MUSYCAB II IMM BLITAR
Blitar.
Moment Musyawarah Cabang (Musycab) II IMM Blitar kali ini sedikit berbeda
dengan tahun lalu. Bedah novel “jejak-jejak
kota kecil” menjadi suguhan utama untuk para undangan dan peserta musycab.
“novel jejak-jejak kota kecil ini
adalah sebagai bentuk gerakan literasi yang dilakukan oleh pegiat-pegiat literasi blitar, selain itu sebagai
sarana yang sangat pas untuk mengenalkan blitar ke daerah luar dengan cara yang
unik dan menarik” begitu penjelasan sukma uli nuha kepada
khabib salah satu wartawan srengenge online.
Sebelum
dimulai bedah buku, diawal ditayangkan beberapa video yang berisi gambaran
secara umum dari sudut kota kecil blitar. Acara bedah buku antalogi jejak-jejak
kota kecil, menjelaskan secara umum isi dari buku tersebut sekaligus proses kratifnya.
Dalam
bedah novel kali ini, IMM tidak tanggung-tanggung dalam menyuguhkannya karena
menghadirkan penulisnya langsung, yang mejadi pembedah adalah Arsyad ibad dan Alfa
Annisa (semua itu adalah aktivis literasi Blitar dengan latar belakang
kehidupan yang berbeda) serta pembandingnya A. Fahrizal Azis, ia merupakan alumni IMM Malang
sekaligus ketua presidium Paguyuban Srengenge.
Pembedah Novel (para aktivis literasi Blitar)
Para
penulis itu mengingatkan dan mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi
muda untuk menuangkan perasaan kedalam kata-kata (karya), sehingga lebih
bernilai dan bermanfaat.
“kenalilah kotamu dengan baik,
untuk mampu mencintainya dengan baik pula” itulah ulasan
terakhir dari salah satu pembedah novel. (suk/ Red.S)


No comments:
Post a Comment