ISI PIDATO MILAD IMM
YANG PERTAMA
Ini adalah Pidato Ketua
Umum DPP IMM yang pertama Immawan Djazman al Kindi pada Milad ke-1 Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah 14 Maret 1965. Isi Pidatonya itu adalah sebagai berikut;
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kita panjatkan syukur kepada Allah swt telah melimpahkan karunia dan kekuatan kepada kita semua sehingga berkumpul di majelis yang mulia ini. Shalawat kepada nabi Muhammad SAW yang membimbing kita semua di dunia ini hingga menemukan kebenaran akan makna hidup.
Dari konsep Islam,
terlebih dahulu perlu saya ungkapkan konsep Ulil Albab. Istilah Ulil Albab di
dalam Al Qur’an terdapat pada beberapa ayat. Salah satu ayat tertera pada Ayat
ke 190-191 Surat Al Ali Imron. “Sesungguhnya, dalam (proses) penciptaan langit
dan bumi, dan (proses) pergantian malam dan siang, adalah tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi ulil albab (orang-orang yang berfikir [menggunakan
intelek mereka]). Yaitu orang-orang yang berzikir (berlatih diri dalam mencapai
tingkat kesadaran akan kekuasaan Allah) dalam keadaan berdiri, duduk, dan dalam
keadaan terlentang, dan senantiasa berfikir tentang (proses) penciptaan langit
dan bumi, (sehingga mereka menyatakan) wahai Tuhan kami, Engkau tidak
menciptakan semua ini dalam keadaan sia-sia. Maha suci Engkau, peliharalah kami
dari siksa api neraka” (QS 3: 190-191)
Dalam ayat Ali Imron
190-191, dinyatakan adanya aspek hasil pengamatan realitas (tanda-tanda alam),
dan aspek hasil interpretasi intrinsik (proses) sebagai hasil proses fikir dan
zikir. Di dalam konsep ini, kata ulil albab sebagai padanan arti Intelektual berarti
ada kesinambungan antara kemampuan berfikir, merenung dan membangun teori
ilmiah dari realitas alam yang empiris dengan metode induktif dan deduktifnya
namun sekaligus mampu mempertajam analisisnya dengan mengasah hati dan rasa
melalui berzikir.
Wahai Saudaraku…
Wahai Saudaraku…
Pada awal berdirinya
partai Masyumi, Muhammadiyah dan NU bersama hampir semua gerakan Islam seperti
Persis, PUI, Sarekat Islam Indonesis, Al Wasliyah, Al Irsyad, dan banyak
lainnya, adalah merupakan basis sosial partai Islam Masyumi. Sebelum pemilu
pertama 1955, NU keluar dari Masyumi dan mendeklarasikan diri sebagai partai
sedangkan Muhammadiyah tetap berada dalam Masyumi hingga beberapa saat sebelum
partai masyumi membubarkan diri.
Keterlibatan kedua
organisasi ini, tentu banyak membawa pengaruh pada hubungannya dan dinamika
politik pada tahun-tahun mendatang.
Semoga Allah memberi ampunan bagi seluruh umat Islam. Kepada saudaraku kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang sangat mulya, ulama dan kaum awam, kita telah dikungkung oleh berbagai penderaan fitnah yang dilakukan pihak lain terhadap umat Islam. Penyebabnya tiada lain ialah karena kaum intelektual, mahasiswa, aktivis pergerakan dan bahkan pemimpin negeri ini tercoreng dalam kubangan adu domba para pihak luar sehingga sekarang seperti berada dalam Negara yang tidak merdeka sama sekali. Padahal Allah telah berfirman bahwa “sesunggunya semua orang mukmin itu saudara, maka perbaikilah persaudaraan di antara kaum sekalian.”
Kita harus hidup
seribu zaman lagi, tampuk pimpinan umat ada di kader Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi penguasa dunia, kalau antar
umat bersaudara menganggap yang lain sebagai musuh dan tidak mau perbaiki citra
Islam itu sendiri. Nabi berkata dalam sabda: “Janganlah kamu saling mendengki,
janganlah kamu saling membuat jauhnya pihak lain, janganlah kamu saling
berebut, dan jadilah kamu sekalian hamba Allah yang saling bersaudara.” Namun
umat sekarang saling mendengki, marah dan saling menghujat satu sama lain.
Wahai Saudaraku…
Ketahuilah Saudara!
Janganlah kalian melakukan tindakan yang menyebabkan perpisahan, perpecahanm
perselisihan dan perdebatan antar sesama. Hal yang demikian ini adalah suatu
kesalahan yang amat berbahaya dan sebuah dosa besar yang akan menghancurkan
kesatuan umat, menutup pintu kebaikan dan kejayaan umat. Tuhan melarang
hamba-Nya kaum mukminin berbuat perselisihan dan Tuhan selalu memberi nasehat
betapa buruk akibat perselisihan dan yang akan menimbulkan berbagai peristiwa
dan kejadian yang menyedihkan. Allah berfirman: “Dan sekali-kali engkau
sekalian jangan berselisih, sebab perselisihan itu akan menimbulkan kerapuhan
dan menghilangkan kewibawaan.”
Wahai Saudaraku…
Wahai Saudaraku…
Kita semua mengerti
bahwa keberuntungan dan kejayaan kita tergantung pada rasa saling tolong-menolong,
persatuan dan ikhlas. Akankah kita sengaja tetap dalam perpisahan, tega dalam
perpecahan dan tetap dalam ucapan-ucapan yang tidak baik penuh
sakwasangka.
Sesungguhnya agama kita hanyalah satu yaitu Islam, kita hidup diatas tanah air bumi pertiwi Indonesia, sudah layaknya kita sebagai muslim menghidupkan Islam hingga 1000 zaman. Demi Allah, sungguh perpecahan dan tega dalam perselisihan, saling mendengki dalam bangsa ini karena sebab akibat sebuah ideology. Hal ini sudah harus diakhiri karena berakibat pada kerugian besar dalam kehidupan masyarakat dan tetap memelihara Pancasila sebagai ideology Negara dan bangsa sehingga terjaminnya persatuan kesatuan umat..
Wahai kaum merah sejati, kaum muslimin! Semoga rasa takut yang kita miliki kepada Allah menjadi kekuatan doktrin iman dan ketaqwaan maupun ideology kita. Sehingga dapat memisahkan mana yang benar dan salah. Mari saling tolong-menolong dalam masalah kebaikan dan takwa kepada Allah, sekali-kali jangan saling tolong-menolong dalam salah dosa dan permusuhan. Jangalah engkau seperti orang yang berkata “aku sudah mendengar” padahal ia sebenarnya tidak mendengar. Semoga keselamatan akan tetap menyertai kita dari awal sampai akhir.
Sekian pidato iftitah ini saya sampaikan semoga atas berkat rahmat Tuhan dalam menjalankan acara ulang tahun ini selalu dilimpahkannya sehingga meraih kesuksesan. Amin
Billahi Fisabilillhaq Fastabiqul Khaerat
Wassalamualaikum
Warahmatullahi wabarakatuh
Immawan Djazman al Kindi
Ketua Umum
_____________________
Sumber Pustaka: Rusdianto, Immawan Bung Karno; Novel
Gerakan Kaum Merah dan Tanwir Perubahan, Penerbit Global Base Review
(GBR) Jakarta
____________________________
Khabib. M. Ajiwidodo
(Pendiri IMM Blitar)


No comments:
Post a Comment