Catatan Khusus Kiyai Muhammad Soedja' *
“Him,” kata K.H.A Dahlan
sewaktu masih dapat bicara dengan tenang dan tenteram,
“Agama Islam itu kami misalkan laksana
gayung yang sudah rusak pegangannya dan rusak pula kalengnya sudah sama
bocor dimakan karat, sehingga tidak dapat digunakan pula sebagai gayung.
Oleh karena kita umat
Islam perlu akan menggunakan gayung tersebut, tetapi tidak dapat karena gayung
itu sudah sangat rusaknya. Sedang kami tidak mempunyai alat untuk
memperbaikinya, tetapi tetangga dan kawan di sekitarku itu hanya yang memegang
dan mempunyai alat itu, tetapi mereka juga tidak mengetahui dan tidak digunakan
untuk memperbaiki gayung yang kami butuhkan itu. Maka perlulah kami mesti
berani meminjam untuk memperbaikinya.
Siapakah tetangga dan
kawan-kawan yang ada di sekitar kami itu? Ialah mereka kaum cerdik pandai dan
mereka orang- orang terpelajar yang mereka itu tidak memahami Agama Islam.
Padahal mereka itu pada dasarnya merasa dan mengakui bahwa pribadinya itu
muslim juga. Karena banyak mereka itu memang daripada keturunan kaum muslimin,
malah ada yang keturunan Pengulu dan Kiyai yang terkemuka. Tetapi karena mereka
melihat keadaan umat Islam pada umumnya dalam keadaan krisis dalam
segalagalanya, mereka tidak ingin menjadi umat yang bobrok.
Oleh karena itu,
dekatilah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya sehingga mereka mengenal
kita dan kita mengenal mereka. Sehingga perkenalan kita bertimbal balik,
sama-sama memberi dan sama-sama menerima.”
_____________________
Tentang Penulis :
Muhammad
Syoedja’ adalah murid dan kader langsung KHA. Dahlan, bersama-sama dengan adik
dan teman-temannya, seperti Haji Fakhruddin, Ki Bagus Hadikusumo, Haji Muhammad
Zain, Haji Muhammad Mokhtar, KHA. Badawi, R.H. Hadjid dan lain-lain.
Jika KHA. Dahlan
adalah peletak dasar aktivitas amal usaha sosial Muhammadiyah, maka H. Muhammad
Syoedja’ adalah perumus dan sekaligus penafsirnya dalam realitas gerakan. Ketua
Bahagian Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang pertama, salah satu perintis
RS PKU Muhammadiyah, pendiri rumah miskin, rumah anak yatim, dan pelopor
gerakan Persatuan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI).
Sumber
tulisan:
“Cerita
Tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan, Catatan Haji Moehammad Soedja’”

No comments:
Post a Comment