Akhirnya Aku di IMM
Kutulis
sejarah ini, di depan kantor rumah RSIA Aminah., udara panas, semilir angin
kipas angin membantu menyejukkan. Fikiranku melayang ke masa di mana aku masih
kuliyah, 10 tahun silam
______oo______
Saat
itu Pada akhir tahun 2007, aku masih sangat Junior di kampusku Stikes Surya
Mitra Husada kediri, Kampus Ungu, begitu nama kerennya.
“Ayo ikut dialog kebangsaan di
Dhoho TV” tiba-tiba agus berkata, yang jelas dengan logat
lumajangan. agus sendiri adalah teman kosku. Kelak 3 tahun kemudian agus
menjadi sekretaris umum PC. IMM Kediri.
“Acara apa itu”
jawabku.
“Acara IMM”
jawabnya singkat
“Ayo, IMM itu apa?”
jawabku sambil bertanya. IMM, walalaupun aku dilahirkan dalam keluarga
Muhammadiyah dimana kakekku adalah salah seorang pendiri Muhammadiyah Watulimo , Trenggalek, akan tetapi nama IMM masih sangat asing di telinga. Maklum, mulai
dari TK sampai SMA aku sekolah di pendidikan Negeri, bukan pendidikan Muhammadiyah.
“Grup Pengajian Mahasiswa”
begitu jawab singkatnya.
Dari
sebuah acara di Dhoho TV itulah awal perkenalannku dengan IMM, dan saat itu
pula aku mengetahui bahaawa IMM itu adalah singkatan dari Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah. Perkenalanku dengan para pimpinan IMM Kediri dimulai dari sini.
Masih ingat bagaimana Mas Cahya (seniorku
di kampus ungu. Sekarang ia menjadi dosen di Universitan Muhammadiyah jember), Mas
Muslim (Mahasiswa STITM dan ketua PC IMM
Kediri saat itu) serta mas Antonius Muslim Widuri (aktis IMM bidang Hikmah, hanya dia yang nada bicaranya seperti
negarawan “menurutku”) menyapaku dengan salam yang menunjukkan keakraban
walaupun saat baru pertama kali bertatap muka.
__________00__________
Sekitar
2 bulan telah berlalu setelah acara di Dhoho TV tersebut. Hingga akhirnya 2
hari menjelang diesnatalis STIKES, BEM (kala
itu aku juga menjadi anggota BEM, sebagai salah satu menteri) mendapat tamu
dari OMEK Kediri, dan IMM-lah yang
bersilaturahim saat itu. Kala itu yang hadir dari pihak IMM adalah Mas Muslim,
Mas Antonius Muslim Widuri, Mas Mahbuba
(saat ini Ia menjadi Lowyers ternama di karisidenan kediri), dan Mbak Aini (Sekarang menjadi ketua umum PWNA Jawa
Timur). Dari silaturahim itulah aku sedikit mengerti apa itu IMM,
Komponen-komponennya serta segala aktivitasnya di Kediri.
Zaiful
Alim, temanku di BEM yang berasal dari Madura
(sebuah daerah yang konan katanya 90% Islam, 10% Muhammadiyah) mengatakan
ketidaksukaannya pada acara silaturahim tersebut, dari nada bicaranya
menunjukkan ketidaksukaannya dengan IMM. Dialah orangnya yang mengajakku keluar
di forum silaturahim tersebut. sehingga Pada pertemuan / silaturahim tersebut,
aku tidak bisa mengikutinya secara penuh dengan alasan mau menyiapkan acara
diesnatalis kampus yang diselenggarakn 2 hari lagi. Namun, Penjelasan-penjelasa
singkat yang kudengar dari pimpinan IMM tadi, sudah membuatku tidak buta lagi
kepada IMM.
________oo________
Tit..tit..tit....
suara bunyi monoponik Hpku tanda ada pesan masuk.
“mas, bisa ketemu” Muslim IMM” begitu isi sms-nya. Sms pertama dari pimpinan
IMM Kediri, Muslim.
“bisa mas, ada apa”
jawab singkat sms-ku
“mau ngasihkan buku IMM”
jawabnya
“siap, bertemu di depan kampus STIKES”
jawabku
“OK. Tunggu”,
setelah membaca sms tersebut aku langsung menuju kampus.
Dalam
pertemuan tersebut Ada sesuah kata-kata yang berkesan sampai sekarang. Ketika
itu, aku bertanya kepada dia “harga bukunya ini berapa mas?”
Dan
di jawab “tidak usah dibayar, IMM tidak
membiasakan seperti itu, ber-IMM itu ikhlas”
Judul
buku tersebut adalah “ke-IMM-an, panduan
mengenal Ikatan mahasiswa Muhammadiyah”. Itulah buku IMM pertamaku.
Setelah
pertemuan itu, aku, agus setyo P dan Mas
cahya mulai aktif mengikuti kajian-kajian IMM di STITM “Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah” Kediri.
Saat
itu walalaupun di stikes belum berdiri IMM, akan tetapi ada beberapa
mahasiswanya yang sudah aktif mengikuti kegiatan-kegiatan IMM kediri, seperti
Mbak Lifna, Mbak Lingga (sekarang menjadi
dosen stikes), mas awi (programer),
mas cahya, dll semuanya itu adalah seniorku dan mereka adalah pengurus Rohis
Stikes, karena di kampusku belum membentuk kepengurusan IMM maka dari itu pusat
segala aktivitas IMM masih berada di STITM Kediri.
__________oo__________
Waktu
terus berjalan
Tiba
saat IMM kediri menggelar perhelatan terbesarnya yaitu Musyawarah Cabang, kala
itu bertempat di AULA kantor PD. Muhammadiyah Kota Kediri. Diacara tersebut,
untuk pertama kalinya aku berkumpul dengan seluruh aktivis IMM se kediri raya.
Walaupun banyak agenda –agenda yang bagiku sangat asing, LPJ-an, Forum Rekomendasi,
Debat kandidat, Persidangan, dll, tapi aku tetap mengikutiya dengan seksama.
Di
akhir acara musycab tepatnya waktu ishoma, aku dan agus setyo di hampiri oleh
mbak aini dan mas muslim. Ke 2 aktivis tersebut menanyakan perihal kondisi
dakwah IMM di Stikes.
“Dikarenakan belum ada komisariat
IMM di stikes, maka dakwah IMM disana berjalan lambat”
begitulah penjelasanku.
“kenapa kok tidak di bentuk
komisariat” tanya mbak ini.
“sebenarnya ingin begitu, tapi
siapa yang menjadi ketuanya, mas cahwa
dan teman-teman stikes yang lain sudah sibuk praktek”
jawabku
“kenapa tidak kamu saja bib”
pinta mbak ini secara tiba-tiba.
“bagaimana kalau agus saja mbak,
karena dia yang pertama kali mengajakku di IMM”
jawabku sambil bertanya dan menoleh kepada Agus.
“tidak apa – apa bib, agus ketua
komisariat dan kamu sekretarisnya. Bagaimana gus, siap ?!!!”
sambung mbak aini sambil memberi penekanan kepada agus.
“insyaallah siap mbak”
jawab agus dengan nada yang mantap.
“kalau begitu kita beri nama
komisariat Asy-Syifa, yang melambangkan pusat kesehatan IMM Kediri”
pungkasku.
Musycab akhirnya dapat
terlaksana dengan baik, mas muslim
terpilih menjadi ketua PC. IMM kediri untuk kedua kalinya, dan hasil yang
paling berharga adalah berdirinya komisariat asy-syifa stikes surya mitra
husada.
_________oo_________
Pasca
Musycab IMM kediri, hari-hari ku di penuhi dengan aktivitas-aktivitas
organisasi, baik BEM maupun IMM. Dengan tanggung jawab yang berat, yaitu
mengembangkan IMM di kampus stikes, yang mana di kampus ini 40% mahasiswanya
adalah non muslim.
Untuk
mengembangkan komisariat, aku dan pak ketua mengumpulkan teman-teman kampus,
hingga akhirnya terbentuk susunan pengurus komisariat. Zaiful alim yang dulu
begitu sinis terhadap IMM, akhirnya juga berkenan menjadi pengurus komisariat.
Perlu diketahui, seluruh pengurus komisariat saat itu bukan berlatar belakang
keluarga Muhammadiyah serta belum mengikuti darul Arqom dasar (DAD) termasuk
aku dan agus (ketua). Memang untuk bermuhammadiyah dan menjadi aktivis
Muhammadiyah harus membutuhkan proses,
termasuk lewat IMM ini.
Salah
satu agenda andalah komisariat waktu itu adalah NAB “Noto Ati Bareng” dengan komposisi kajiannya adalah tadarus
al-qur’an, tafsir al-qur;an, dan wawasan keislaman. Kala itu pesertanya dari
mahasiswa tidak sampai 10 orang, yang paling menarik adalah anggota satpam
kampus dan beberapa dosen juga menjadi peserta aktif kajian NAB tersebut. Kajian
NAB tersebut dibarengi dengN NYELENG,
yaitu berupa memberikan infaq setiap kali pertemuan, dana infaq nantinya akan diberikan
kepada pihak yang membutuhkan.
Cara
lain untuk memikat mahasiswa agara mau ke IMM adalah dengan cara mengajak
mahasiswa bakti sosial, camping, jalan-jalan sehat tiap minggu pagi, beli stand
bazar di setiap ada acara kampus, dls.
Walaupun
begitu banyaknya acara komisariat, aku juga selalu di ajak untuk aktif
mengikuti kegiatan cabang. Waktu itu PC IMM kediri mendapatkan proyek
penghijauan kota (IMM dapat bantuan 10.000
pohon glodok) dan juga sedang membuka usaha atau BUMI “Badan Usaha Milik Ikatan”, dengan bisnisnya adalah Bakso, yang diberi
nama “bakso melati merah”. Pengurus
dan chef bakso melati merah (bakso MM) adalah
pengurus IMM sendiri, ada immawati jaustin, eva, ifa, robert, mahbuba,
antonius.
Promosi
yang dilakukan oleh team bakso MM (Melati
Merah) adalah mengikuti setiap ada event di berbagai kampus di kediri.
Salah satunya di UNP kediri. Kala itu yang menjaga stand bakso MM di kampus UNP
kediri adalah aku dan Moh. Mahbuba. Banyak kenangan mengaharukan waktu menjaga
stand ini. Antara lain: karena tidak
punya uang saku, kami sampai meminum teh botol sosro sisa orang lain. Pentol
yang sudah sedikit bais kami jemur kemudian di goreng dan kami makan. Tapi
alhamdulillah tetap sehat dan tidak
keracunan.
Pada
saat booming bakso MM di kalangan mahasiswa muhammadiyah, aku (stikes), agus
(stikes), mubin (stitm) , ulum (stitm), dan wasis (stitm) di berangkatkan ke
malang untuk mengikuti DAD di fakultas teknik UMM, Aufklarung
Selanjutnya,
muusyawarah pertama Komisariat Stikes diperhelatkan, dengan hasil mengamanahi
Ajib Farhan Nurias sebagai ketua PK Asy-Syifa generasi kedua.
________oo________
Musycab
IMM Kediri kembali digelar, dengan ketua terpilih adalah Muh. Mahbuba dan
sekretarisnya adalah Muslim, aku di beri tugas menjadi ketua bidang kader PC
IMM kediri. Sebelum kepengurusan ini habis, DPD IMM Jatim menggelar Musyawarah
Daerah di Gresik, waktu itu calon dari kediri adalah Muslim yang mana saat itu
masih menjabat sebagai sekretaris PC IMM Kediri. Dikarenakan hal tersebut maka
diadakan resafle mendadak yang bertempat di masjid UM Gresik dengan di hadiri
seluruh jajaran pimpinan cabang dan pimpinan komisariat. Refasle tersebut menghasilkan
keputusan “merelakan mas muslim ke
tingkat DPD Jatim, dan mengamanahi Khabib Mulya Ajiwidodo sebagai Sekretaris
PC. IMM kediri”.
Kemudian
aku menjabat sebagai sekretaris PC IMM kediri sampai berlangsungnya Musyawarah
cabang berikutnya.
_______0______
Musyawarah
cabang kembali di gelar. Kali ini aku di amanahi oleh kawan-kawan menjadi ketua
cabang IMM Kediri (ketua cabang IMM
Kediri generasi ke 4). Banyak suka duka menjadi seorang ketua, mulai
bagaimana mengatur rumah tangga organisasi, sampai hubungan dengan organisasi
di luar IMM.
Kala
masa ini, pada saat mastama bersama IMM Tulungagung di pantai sine dideklarasikanlah Gepeng’S (Gerakan Petualang Sejati), sebuah wadah
bagi mahasiswa pecinta alam. Gepeng”S ini juga berfungsi sebagai alat
perkaderan IMM.
Pada
masa ini juga terbit buletin “Fast-Kho”
yang memberikan wadah bagi aktivis IMM yang cinta menulis dan berbagi salam.
Bakti
Sosial bina desa dan kesehatan juga digalakkan. Desa-desa yang rawan
kristenisasi menjadi prioritas IMM.
Kajian
Rujak’an, adalah sebuah wadah silaturahim dengan berkunjung dari rumah kader ke
rumah kader yang lain.
Suatu
ketika aku juga pernah di adili oleh para pimpinan kampus karena telah
mengkoordinir mahasiswa stikes surya mitra husada untuk aksi galang dana di
jalan serta demontrasi tanpa ijin dulu dari kampus
Pasca
Musyda IMM Jatim di lLamongan dengan ketua terpilih saudara Ali Muthohirin, PC
IMM Kediri bersama kawan-kawan se-mataraman (T.agung, kediri, nganjuk, ponorogo,
pacitan) membentuk suatu forum yang tujuannya untuk mempermudah silaturahim
serta memasifkan perkaderan. Kekuatan ini djuga di dukung oleh IMM Jember dan
Lumajang dari wilayah Tapal Kuda. Akhirnya kedua kekuatan ini (Mataraman dan Tapal Kuda) di gabungkan
dan diberibana MATA-KUDA. Akan tetapi kekuatan yang besar ini tidak ada yang
mampu merawatnya sehingga bubar di tengah jalan, dengan di tandai bergantinya
kepengurusan di masing-masing cabang IMM se mata-kuda.
Dengan
terpilihnya Moch. Bahrul Ulum pada Musyawarah cabang IMM kediri, menandai
tanggung jawabku di struktural imm kediri sudah purna tugas.
______oo_______
Berjuang
di IMM tidak berhenti di kediri, ketika aku berpindah ke Blitar, pada tahun
2014 kau bertemu dengan mas atim (pemuda muhammdiyah , ibnu (ketua IPM Blitar,
latifah (IPM Blitar), dan mas fuad (pemuda muhammadiyah) dan membentuk PC. IMM
Blitar
Pembentukan
PC IMM Blitar sendiri berada di kontrakankua Jl. Ternate Gg, Seram sehabis
menyantap buka puasa Ayamul Bidh.
______oo______
Sesuai
dengan sejarah, Ada dua peninggalan kader IMM Kediri
1. Muslim
(ketua PC IMM Kediri ke-2) berhasil mendirikan PC IMM Tulungagung
2. Dan
aku (Ketua PC IMM Kediri ke 4) dengan bantuan banyak teman berhasil mendirikan
PC IMM Blitar
Semuanya
itu dilandasi dengan sifat “Ikhlas” sebuah ilmu pertama dan tertinggi yang aku
dapatkan dari IMM kediri. ... IMM tidak
membiasakan seperti itu, ber-IMM itu ikhlas”
Ber-IMM-lah
dimanapun kita berada “adanya disegani –
tiadanya dicari, itulah ciri kader Ikatan.
_______oo_______
Galery Photo
ketika di IMM Kediri
demontrasi di depan polres kota kediri
aksi teatrikal
pasca semarak muktamar di yogyakarta. bermain di parang tritis
serba serbi musyawarah cabang IMM kediri ke 3
Ketika di IMM Blitar
___________________
Kisah ini aku ditulis sendiri:
Khabib Mulya Ajiwidodo










1 comment:
Subhanallah
Post a Comment