Perjalanan
Menulis (bag. 6)
Setelah naik
kelas XII, dan lepas dari segala aktivitas organisasi ekstrakuriker. Fikiran
saya agak longgar. Meskipun banyak yang menyebut bahwa kelas XII adalah masa
menegangkan karena dihadapkan pada ujian kelulusan. Tapi mengurus organisasi
seperti Jurmalintar juga tidak kalah memusingkan, apalagi yang memiliki empat
divisi yang harus eksis secara bersamaan.
Hampir semua
koordinator divisi mengharapkan ketua hadir dalam pertemuan khusus divisi. Memang
ada dua pertemuan setiap minggunya, selain pertemuaan umum setiap hari sabtu,
juga pertemuan tiap divisi yang berbeda hari. Itu berarti, dalam enam hari
waktu aktif, lima harinya saya harus ada dalam pertemuan.
Sampai suatu
ketika saya beberapa kali tidak bisa menghadiri pertemuan divisi mading, dan
muncullah protes. Suasana semacam itu cukup merisaukan bagi anak remaja kala
itu, suasana yang serba penuh perasaan. Terlebih sebagian besar anggota
Jurmalintar adalah perempuan.
Menjadi ketua
Jurmalintar dahulu sungguh menguras fikiran, sekaligus perasaan.
***
Pertengahan
2009, ada undangan writing camp FLP Jatim di Kota Batu. Dari FLP Blitar
dikirim saya dan Jega Arufa (anggota FLP yang setahun lebih muda dari saya,
siswa SMAN Talun). Meski namanya Jega, tapi dia perempuan. Saya pernah bertanya
kepada Pak Naba’ (Ayah Jega), yang juga sering hadir dalam pertemuan FLP
Blitar. Kata beliau, Jega itu berarti Jericho Gaza.
Jujur,
sampai sekarang saya belum tahu apa maksud dari “Jericho Gaza” tersebut. Nama
Jericho sebenarnya tidak asing, karena dulu saya suka sekali menonton Smack
Down. Ada salah satu pegulat dengan karakter menyebalkan bernama Chris
Jericho. Pegulat favorit saya kala itu adalah Triple H. Meski yang paling
populer adalah The Rock.
Waktu itu
semua ujian akhir sekolah untuk kelas XII sudah selesai, bahkan ujian SNMPTN
jalur tulis juga sudah saya jalani. Tinggal menunggu pengumuman. Karena yang
lain sibuk, maka kami yang masih berstatus pelajar/pelajar akhir ini yang dikirim. Mbak Gesang Sari selaku ketua
FLP Blitar menjelaskan, bahwa salah satu pemateri yang datang adalah Bu Sirikit
Syah, kritikus media yang terkenal. Hal
itu membuat semangat meluap-luap.
Salah satu
materi yang akan diberikan adalah materi non fiksi, terutama menulis opini. Ini
menarik, karena selama di FLP, karya fiksi begitu mendominasi. Nama Bu Sirikit
Syah ternyata memang cukup terkenal sebagai Jurnalis yang sudah melanglang ke
berbagai media, termasuk kolumnis di The Jakarta Post.
Berangkatlah
kami dengan kereta api subuh jam 04.25 dari stasiun Blitar. Saya kira Jega akan
naik dari Talun, karena lebih dekat ke Talun daripada harus ke Kota.
Sekitar
pukul 07.30 kami sampai di stasiun Kota Baru. Meski jarak Blitar-Batu tidak
begitu jauh, namun saya jarang sekali kesana. Terakhir mungkin kelas 5 SD.
Sehingga kami harus bertanya sana-sini untuk sampai lokasi.
Dari stasiun
Kota baru kami naik angkot ADL menuju terminal Landungsari, baru kemudian naik
Bus jurusan Jombang. Panitia meminta kami berhenti di perempatan besar setelah
TMP, atau jalan menuju Pujon. Lokasi villanya agak kedalam, dan sedikit naik.
Tidak ada angkutan umum yang menuju kesana, kami pun dijemput dengan mobil oleh
panitia.
Lokasinya
begitu asri, dekat dengan hutan pinus. Meski sudah jam 10 pagi, namun hawa
dingin masih terasa. Tempat itu bernama Villa Hidayatullah. Di dekatnya ada
sekolah yang menurut beberapa informasi, termasuk sekolah maju.
Kami
disambut oleh beberapa orang, seperti Pak Fariz Khoirul Anam, ketua FLP Malang.
Juga ada Masdhar Zainal, yang tahun itu menjadi panitia. Ketua panitia dalam
acara itu adalah Mbak Fauziyah Rachmawati yang sekarang sebagai Wakil Ketua FLP
Jatim. Beberapa peserta antara lain Mas Rafif Amir Ahnaf (kini ketua FLP Jatim)
dan Rosyid Ridho, yang kini terkenal sebagai penulis resensi.
Pada
pertemuan tersebut saya juga baru tahu betapa banyak nama familiar yang
ternyata adalah nama Pena. Mas Rafif Amir Ahnaf ternyata adalah nama Pena, nama
aslinya Luqman Hakim. Masdhar Zainal pun juga nama pena.
Apa nama
Sirikit Syah juga nama pena? Insyaallah pada catatan berikutnya akan ditulis
sekilas materi yang diberikan Bu Sirikit Syah, terutama terkait dengan berita
dan opini. []
Blitar, 11
Maret 2017
A Fahrizal
Aziz

No comments:
Post a Comment