“Kalau
ceramah keagamaan isinya hanya menyalahkan, lalu umat dapat apa?” pertanyaan
itu disampaikan oleh Ust. Najib Hamid dalam kajian ahad pagi di Masjid Bustanut
taqwa, Pojok Garum, Kab. Blitar (26/03/17).
Disela
kajian yang bertema “membangun mujahid digital” tersebut, Wakil Ketua PWM Jatim
itu mengingatkan agar selektif mengundang da’i untuk ceramah atau mengisi
khotbah, karena banyaknya da’i yang sukanya menyalahkan tokoh atau kelompok
lain.
Ceramah
keagamaan harusnya memberikan pencerahan, memberikan wawasan ilmu baru,
sehingga umat menjadi lebih cerdas. Bukan justru sebaliknya, membuat Umat
semakin emosional dan membenci yang berbeda.
Ust. Najib
Hamid pun juga menyoroti banyaknya guru ngaji yang justru memberatkan orang
untuk belajar agama.
“Ada guru
ngaji yang bilang, kalau membaca Al Qur’an itu salah, maka berdosa. Suatu
ketika ada orang yang ingin belajar membaca Al Qur’an, tapi justru takut.
Alih-alih ingin mendapatkan pahala, malah dapat dosa karena bacanya salah-salah.
Akhirnya berfikir, daripada membaca malah dapat dosa, mending tidak usah
sekalian. Ini kan cara mendidik yang keliru,” jelasnya. [fah/red.s]

No comments:
Post a Comment