Srengenge
– Ada kisah menarik ketika Soedjatmoko
Mangoendiningrat ditunjuk Presiden Soeharto menjadi Duta Besar Republik
Indonesia untuk Amerika Serikat. Soedjatmoko yang dalam riwayat politiknya
dikenal sebagai “Sjahrir Boys” atau orang yang dekat dengan Sutan Sjahrir dari
Partai Sosialis Indonesia, diberikan kepercayaan oleh Presiden Soeharto menjadi
Duta Besar.
Posisi duta
besar tentu bukan jabatan sembarangan. Presiden biasanya menunjuk duta besar
karena sosok tersebut merepresentasikan diri dan pemikirannya. Namun ada hal
yang unik, bahwa sebelum keberangkatan ke Amerika dalam rangka menjalankan
tugas sebagai duta besar, ia mendatangi kediaman Rosihan Anwar untuk belajar
Shalat.
Pada buku
“Sejarah Kecil Petitie Histoire Indonesia” Jilid 4 halaman 26-31, Rosihan menceritakan
perihal keinginan Soedjatmoko untuk belajar shalat. Meski Soedjatmoko adalah
Intelektual didikan barat, dan menjadi Muslim sejak lahir, namun hidupnya tidak
pernah lepas dari mistik Jawa. Bahkan dalam posisinya sebagai akademisi, ia
masih mempercayai klenik Jawa, termasuk ramalan jatuhnya rezim Soekarno yang
dinisbahkan dengan jatuhnya keris Soekarno di lantai pualam.
Menurutnya,
sebagai duta besar dari negara mayoritas Muslim yang bertugas di negara
minoritas Muslim, ia harus menunjukkan diri sebagai seorang Muslim yang taat.
Apalagi, setiap tahunnya di KBRI menggelar dua kali shalat Id berjamaah khusus
warga Indonesia yang bermukim di Amerika. Permintaan Soedjatmoko pun dipenuhi
oleh Rosihan Anwar, sehingga digelarlah Short Course tata cara Shalat.
Setelah kursus
singkat tersebut, Rosihan pun memberikan beberapa kaset tuntunan shalat untuk
kemudian dipelajari sendiri. Meski demikian Rosihan tidak yakin apakah
Soedjatmoko akan terus menjalankan shalat lima waktu, atau hanya pada saat
digelar Shalat Id saja. Baru ia menemukan jawabannya, ketika di tahun 1980
mereka satu rombongan Haji. Disana nampak Soedjatmoko telah menjelma sebagai
Muslim yang shaleh.
Bahkan
sekembalinya ke Indonesia, ketika ia kemudian menjadi pejabat Bappenas, setiap
Jum’at, Soedjatmoko sering mampir ke rumah Rosihan Anwar yang tak jauh dari
kantornya untuk mengajak shalat Jum’at bersama. Rosihan pun menyebut bahwa
Soedjatmoko telah menjelma menjadi practicing Moeslim yang taat
menjalankan ibadah. (red.s)

No comments:
Post a Comment