Oleh
: Rifki Rahman Taufik*
Sebaiknya
setiap laki-laki lemah mengubah kelaminnya jadi perempuan saja. Perempuan boleh
mewek, mereka bisa mengenakan baju-baju yang bagus, & mereka adalah yang
pertama diselamatkan ketika kapal karam. Bukankah itu keuntungan yang tidak
adil yang di miliki perempuan atas laki-laki. Bias-gender toh.
Lihatlah,
setiap perempuan itu, jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan
dengan cerdas, maka mereka bisa mendapatkannya dengan cara bodoh. Misalnya,
mereka selalu menggunakan air matanya sebagai pembenaran. Setiap kali mereka
bersalah (memang mereka salah), mereka langsung mewek, & sesaat kemudian
mereka menjadi benar. (Ini salah satu senjata ampuh perempuan, untuk melakukan
kekerasan dalam pacaran).
Dan
bukankah juga, seringkali kita menemui banyak laki-laki pintar dengan perempuan
Go-bloc, tapi kita akan kesulitan bila mencari seorang perempuan pintar dengan
laki-laki yang dungu. Itu karena perempuan tak ingin mendengarkan apa yang
laki-laki pikirkan. Perempuan cuma mau mendengar apa yang mereka
pikirkan__dengan suara yang lebih dalam. Itulah kenapa seorang perempuan dapat
mengatakan lebih banyak dalam sebuah desah, daripada laki-laki dalam sebuah
ceramah. Jadi seperti biasa, terdapat seorang wanita hebat di balik setiap
idiot.
Tetapi
laki-laki (patriarki) sedikit beruntung daripada perempuan (matriarki). Contoh
kongkritnya, seorang suami hanya khawatir kepada beberapa laki-laki lain;
sedangkan seorang istri tidak mempercayai seluruh spesiesnya.
Dan masih
ada lagi senjata rahasia yang harus di miliki laki-laki yang tak ingin ganti
kelamin. Yakni, Sesengguhnya perempuan itu menyukai laki-laki pendiam. Karena
bagi mereka, laki-laki pendiam itu kesannya Dewasa, dan mereka juga berpikir
bahwa diamnya laki-laki itu sedang mendengarkan. Bahkan bagi mereka
mendengarkan itu berarti mereka di menggerti. Sedangkan bagi mereka laki-laki
pengertian itu Dewasa. Mereka sangat percaya laki-laki Dewasa.
Jadi
selamat belajar jadi pendiam.
____________________________________
Penulis:


No comments:
Post a Comment