Dalam hidup, kita
mungkin mengagumi beberapa orang. Karena rasa kagum tersebut, segala hal
tentang orang itu menjadi menarik. Tapi yang penting kita renungi, apa
sebenarnya yang membuat kita kagum, dan kenapa kita perlu mengagumi?
Kita sering
mendengar nama-nama fans dari para artis. Mereka mengidolakan, membeli
karyanya, ikut meet and great, sampai mengoleksi berbagai aksesoris yang
berkaitan dengan idolanya. Jika itu artis luar negeri, maka ia rela membeli
tiket konsernya yang mahal.
Era saya SD, ada
boyband yang sangat terkenal dari Taiwan. Banyak teman saya yang
mengidolakannya, mengikuti serial televisinya, membeli VCDnya (meski bajakan),
mengoleksi poster, sampai buku tulisnya saja bersampul boyband tersebut.
Selain boyband, ada
juga yang mengandrungi artis india. Bedanya, tidak banyak poster-poster artis
india, namun VCD dan film india bertebaran di penjual kaset, juga rental kaset.
Beberapa kali saya menyewa VCD bersama teman yang gandrung banget dengan film
india.
Umumnya mereka
mengidolakan artis tersebut karena karyanya, bisa karena lagu-lagunya yang
sejalan dengan jiwa kita. Ada juga rasa kagum karena idolanya ganteng atau
cantik. Seperti sinetron yang pernah tayang di salah satu stasiun televisi, ada
yang rajin menonton setiap hari, namun ketika ditanya alur ceritanya, ia tak
paham. Baginya itu tak penting, yang penting bisa melihat idolanya akting.
Dari situ kadang
saya merenung, kalau ada yang mengidolakan seseorang karena hal-hal fisik yang
melekat. Misal karena dia cantik atau ganteng, lalu bagaimana bentuk
mengekspresikan kekagumannya? Ini berbeda hal ketika seseorang kagum karena
karyanya. Misal karena karya musiknya, maka ia akan mendalami apa isi dari lagu
tersebut, filosofi, dan sebagainya.
Agak berbeda
mengagumi sebatas “orang” dan “karya”. Meskipun karya akan sangat melekat
dengan orangnya.
Sering kita
dapati para fans tweet war hanya karena membela idolanya. Misal,
idolanya dibully karena memenangkan sebuah penghargaan menyanyi, padahal
kualitas vokalnya standart, dan ketika manggung juga sering lipsing. Sementara
pesaingnya memiliki kualitas vokal dan musikalitas yang lebih baik, namun
kalah.
Dalam kadar
tertentu, mengagumi orang secara fisik memang berbeda dengan mengagumi
karyanya. Mengagumi secara fisik kadang membuat daya kritis hilang dan akal
sehat terpinggirkan. Dalam hati mungkin ia membenarkan kalau kualitas vokal
idolanya standart, karena aslinya memang bukan penyanyi. Namun ia harus membela
karena ia mengagumi kegantengan si artis.
Mengagumi seseorang
hanya karena fisik, yang dominan biasanya libido. Si artis pun harus
sering-sering memasang foto yang memperlihatkan bagian yang menarik perhatian
untuk mengikat para fans. Misal, foto waktu sedang ngegym, telanjang dada,
menggunakan baju ketat, dandan menor dan sensual, dan lain sebagainya.
Keduanya akan
menjadi kutub yang saling menarik satu sama lain. Siapapun akan senang kalau
ada yang mengagumi dirinya, apalagi sampai histeris.
Sementara
menganggumi karyanya itu memiliki dimensi lain. Mungkin yang kita kagumi
cantik/ganteng, tapi bukan itu intinya. Intinya adalah apa karya yang telah ia
telurkan, karakter, impresi yang kita dapatkan setelah menikmati karyanya.
Termasuk alasan
kenapa kita mengagumi orang dari berbagai bidang. Entah politik, seni,
pendidikan, aktivis, bahkan orang biasa. Kita mengagumi seorang tokoh bukan
karena tokoh tersebut dikultuskan oleh lingkungannya, tapi karena kita pernah
menikmati karya-karya, atau mengetahui kiprah hidupnya.
Kita pernah
membaca karya tulis, pemikirannya, sampai sikap-sikap yang diambilnya. Kita
mengagumi sesuatu yang tidak saja melekat pada fisiknya, tapi juga kiprah,
pemikiran, dan sikap-sikapnya. Sehingga ketika ditanya, apa yang membuat kita
mengagumi tokoh tersebut? kita bisa memberikan jawaban yang membangun.
Dari karya,
pemikiran, dan kiprah tokoh tersebut, kita mendapatkan sesuatu yang membangun.
Tidak saja kebahagiaan sesaat karena
terpukau oleh wajah cantik dan ganteng yang tak pernah kita miliki,
melainkan input positif yang turut mewarnai pola pikir, jiwa, dan perilaku
kita.
Hal itu penting
untuk kita hayati, agar kita tahu kenapa kita harus mengagumi seseorang dan
kenapa kita harus melakukan itu. Tentu kita akan mendapatkan sesuatu dari apa
yang kita kagumi, tapi sesuatu itu harus kita gali sendiri, kita tangkap
sendiri.
Saat itu kita
menyadari, bahwa menjadi pengagum itu justru menguntungkan. []
Blitar, 17
Januari 2017

No comments:
Post a Comment