FUNGSI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH
Dr.KH. Haedar Nashir, M.Si (Penulis dan Ketua Umum PP Muhammadiyah)
Sebagai sistem atau paham gerakan, ideologi dapat
difungsikan sebagai berikut:
Pertama, ideologi dapat memberi arah dan penjelasan mengenai
sistem paham kehidupan yang dicandranya berdasarkan paham agama (islam) yang dianutnya serta bagaimana
seluruh warga muhammadiyah bertindak berdasarkan sistem paham tersebut
Kedua, dengan ideologi maka Muhammadiyah dapat mengikat
solidarits kolektif (ukhuwah gerakan,
dalam makna longgar ashabiyyah sebagaimana konsep ibnu khaldun), yang
berfungsi untuk mempertahankan ikatan ke dalam dan menghadapi tantangan hingga
ancaman dari luar
Ketiga, Ideologi Muhammadiyah dapat membentuk karakter
orang muhammadiyah secara kolektif sebagaimana tercantum dalam Kepribadian Muhammadiyah serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
(PHIWM), yang mengandung berbagai sifat orang dan pola tindak yang harus
dimiliki dan diimpelementasikan dalam kehidupan warga Muhammdiyah.
Keempat, melalui ideologi muhammadiyah menyusun strategi dan
langkah-langkah perjuangan sebagaimana khittah yang selama ini menjadi acuannya,
sehingga gerakannya tersistem dan terarah dalam satu sistem gerakan
persyarikatan.
Kelima, dengan ideologi maka muhammadiyahdapat mengorganisasikan
dan memobilisasi anggota, kader dan pimpinannya dalam satu sistem gerakan untuk
melaksanakan usaha-usaha dan mencapaia tujuan dalam barisan yang kokoh, tidak
berjalan sendiri-sendiri dan tidak centang perentang.
Betapapun kecil sebuah gerakan, tetapi manakala
memiliki ikatan ideologi yang kuat, maka gerakannya selain tersistem juga solid
dan kokoh dalam menjalankan usaha-usaha perjuangannya.
______
Pustaka:
Nashir, Haedar, “Meneguhkan Ideologi Gerakan Muhammadiyah”,Malang, UMM Pres. 2007
_____________
pencari data:
Khabib Mulya Ajiwidodo
(Sekretaris Mejelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar)

No comments:
Post a Comment