Istilah ini
sering kita dengar. Ada tipe orang yang idealis, atau memiliki idealisme yang
tinggi. Namun apa maksud dari idealis tersebut?
Berasal dari
kata ideal. Jika di pecah lagi, dari kata ide. Ide adalah gagasan atau pokok
pikiran. Orang disebut idealis jika ia berfikir ideal, berfikir ideal artinya,
berfikir sebagaimana ide yang telah ia cetuskan.
Ide bisa
datang dari individu, tapi bisa juga dari kelompok. Sehingga, idealis berarti
orang yang menjalankan sesuatu secara ideal, beradasarkan ide/gagasan yang
telah disepakati atau diyakini.
Seorang
idealis akan bertindak sesuai fikiran dan keyakinan awal. Ia tidak akan
tergoyahkan oleh apapun. Mungkin ia sedikit kekeh dan keras kepala. Misalkan,
dalam sebuah rapat, telah disepakati bahwa untuk menjalankan program tertentu,
harus menggunakan cara A. Namun pada kenyataannya yang digunakan adalah cara B.
Ini tentu tidak ideal.
Kaum idealis
akan mempermasalahkan hal tersebut, karena itu tidak ideal. Meskipun pihak yang
melakukan itu memberikan penjelasan bahwa kondisi tidak memungkinkan jika
menggunakan cara A. Orang yang berfikir “disesuaikan kondisinya” adalah tipe
kompromis.
Mana yang
lebih baik? keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kaum
idealis dianggap kaku, kaum kompromis dianggap terlalu luwes, namun besar
kemungkinan akan menyakiti hati banyak orang, karena merubah sesuatu yang telah
disepakati.
Sisi baiknya,
kaum idealis adalah tipe orang yang setia. Taat pada aturan. Meskipun banyak
yang tak bisa ia selesaikan, karena nyatanya banyak hal dalam hidup ini yang
tidak bisa dijalankan secara ideal. Hidup penuh dengan kompromi-kompromi.
Sebagian besar
kaum idealis adalah mereka yang memiliki banyak ide, idenya mudah diterima
dalam sebuah forum, karena kemampuannya mengkomunikasikan ide tersebut. Karena
ia yang memiliki ide, biasanya dia yang paling pertama mengawal ide tersebut
agar dijalankan, sehingga memunculkan sikap idealis.
Bisa juga,
dalam sebuah kelompok, kaum idealis adalah yang paling menghayati keberadaannya
dalam kelompok tersebut. Ia mempelajari ideologi, serta visi misi kelompok
tersebut, dengan tujuan bisa menjadi orang terdepan yang menjalankannya. Ia
akan marah dan mengkritik jika ada anggota kelompok yang keluar dari jalur
ideologis kelompoknya.
Dalam sebuah
kelompok, dibutuhkan orang idealis agar ada pengingat ketika kelompok tersebut
telah keluar jalur. Namun disatu sisi, kaum idealis dianggap sulit berkompromi
dengan keadaan. Misal, dalam sebuah institusi negara jelas-jelas haram
melakukan pungli. Ada aturannya. Orang idealis akan setia menjalankan aturan
tersebut. Namun ada oknum yang tidak ideal, yang “bermain di belakang”.
Dalam konteks
diatas, kehadiran kaum idealis sangatlah penting. Meski seringkali ia merasa
terasingkan, bahkan mendapatkan tekanan.
Ada banyak
contoh idealis lain yang bisa kita temui dalam masyarakat, yang kekeh dan taat
pada aturan tertulis, atau kesepakatan. Meskipun kesepakatan tersebut mungkin
saja tidak tertulis. []
6 Mei 2017

No comments:
Post a Comment