Media
dan Komersialisasinya
Waktu berdiskusi
dengan Pak Dayat dan Pak Taufik di Rumah Makan Joglo, Pak Dayat selaku
Ketua PDM Kabupaten Blitar mengutarakan keinginan beliau agar setiap Majelis
memiliki amal usaha-nya masing-masing. Pertemuan itu dalam rangka penyampaian
gagasan dan program MPI, termasuk salah satunya pengadaan BlitarmuID dan
Workshop Pengelolaan Website.
Sebagai seorang
dengan jiwa pengusaha yang kuat, apa yang disampaikan Pak Dayat sangatlah
visioner, dan barangkali juga sesuai dengan harapan kami di MPI nanti. Ini
seperti sebuah tantangan terbuka yang tengah dilemparkan.
Sebenarnya sudah
ada gambaran juga. Awal-awal perjumpaan dengan Pak Basori—entah berapa kali
kami bertemu dan Pak Basori selalu mentraktir makan—juga difikirkan bagaimana
nantinya media bisa menghasilkan uang, bukan justru menyedot anggaran tiap
bulan atau tahunnya.
Saya ingat-ingat,
meski sebenarnya tidak terlalu ahli dalam bidang ini, ada beberapa teman
blogger yang mendapatkan penghasilan besar dari websitenya. Memang sebagian
besar bukan Jurnalis, melainkan semacam internet marketing. Jika menengok
website mereka, sebenarnya sepele, kontentnya pun kadang sangat sederhana.
Namun pengunjungnya sangat banyak.
Salah satu
contohnya, anda bisa search di google nama Eka Lesmana. Seorang Blogger populer
yang hanya lulusan SMP, tapi sudah punya penghasilan sekitar 8 digit setiap
bulannya. Bekerja maksimal 4 jam setiap hari, bisa membeli beberapa ekor sapi,
bebek, dan kemudian juga membuka beberapa toko. Fantastis.
Barangkali setelah
bosan di dunia Internet Marketing, ia akan bekerja sepenuhnya di dunia nyata
dengan memelihara ternak atau mengelola tokonya. Entahlah.
Tapi untuk mencapai
titik tersebut bukan perkara gampang, meski sangat mungkin diupayakan, apalagi
dengan kerja tim. Ya barangkali, kita bermimpi BlitarmuID nanti bisa menjadi
amal usaha MPI. Bermimpi tak apa-apa kan? mumpung mimpi itu gratis. Kalau dalam
bahasa agama, mungkin ini semacam iradah, angan yang tinggi. Siapa tahu nanti
terijabah.
Apalagi jenis iklan
itu bermacam rupa, ada iklan online yang disediakan oleh google atau jasa
penyedia iklan yang bisa kita temukan dengan mudah di internet. Ada iklan yang
kita ajukan sendiri ke sebuah lembaga. Jika kita tengok PWMU.co, disana
iklannya sudah komplit. Tinggal kita tanya saja berapa pendapatannya, pasti
besar. Hehe
Tapi terlepas dari
hal-hal teknis tersebut, BlitarmuID nanti bisa menjadi magnet tersendiri untuk
mengajak orang memulai berkarya ditengah derasnya arus informasi sekarang ini.
Kita tentu amat pilu melihat group-group WA kita yang dijejali banyak informasi
copy paste. Bukan tulisan sendiri. Pilu karena kita hanya sebagai konsumen isu,
yang dibuat orang lain dengan kepentingan yang kita tidak tahu.
Masalah ini sangat
mendasar,membangun state of mind warga Muhammadiyah. agar tidak terjebak dalam
polarisasi isu, tergeragap ditengah arus informasi yang kian pesat karena
posisi kita sebagai konsumen, pengikut, dan sejenisnya.
Jadi, selain
sebagai informan kegiatan Muhammadiyah secara umum, MPI punya tugas mendasar
yaitu Pendidikan Literasi, minimal di kalangan warga Muhammadiyah sendiri.
Meski program semacam itu belum tentu laku. Tapi, kita juga tidak harus
mengikuti selera umum, yang pada akhirnya membuat seolah-olah tidak ada
pilihan, karena tidak ada yang mau tampil beda. []
Blitar, 4 Ramadan
1438 H

No comments:
Post a Comment